Sofyan Djalil Sebut Omnibus Law Dibuat agar Orang-Orang BPN Tidak Masuk Penjara, Ini Penjelasannya

- 17 Oktober 2020, 12:35 WIB
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil. /Instagram @sofyan.djalil/

KABAR LUMAJANG - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil mengungkapkan maksud baik di balik dirumuskannya Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Omnbus Law UU Cipta Kerja terus mendapatkan penolakan dari berbagai lapisan masyarakat karena dinilai memiliki pasal-pasal yang kontroversial.

Pihak-pihak yang menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja menilai bahwa UU tersebut memiliki sejumlah poin yang merugikan rakyat kecil, khususnya buruh dan pekerja.

Baca Juga: 30 Idol Maknae K-Pop Terbaik 2020: ada Lisa BLACKPINK , Jungkook BTS, Sehun EXO, dan Banyak Lagi

Namun, Sofyan Djalil yang juga menjadi salah satu sosok pencetus Omnibus Law menegaskan bahwa UU Cipta Kerja memiliki maksud baik untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di Indonesia.

Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil menyebutkan bahwa sebelumnya, aturan-aturan di Indonesia banyak yang saling bertentangan sehingga perlu diselaraskan dengan Omnibus Law.

"Masalahnya adalah negeri ini terlalu banyak aturan!" kata Sofyan dikutip Pikiran-Rakyat.com dari kanal YouTube Deddy Corbuzier.

Baca Juga: Gagal Menang di Derby Merseyside Selama 10 Tahun, Pelatih Everton: Masa Lalu Adalah Masa Lalu

Lelaki yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) itu menyebut pernah melihat 42 ribu aturan yang kontradiktif.

Halaman:

Editor: Mabruri Pudyas Salim

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X