Kembangkan Prespektif Para Santri, PBNU: Santri Harus Memiliki Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Wawasan

- 17 Oktober 2020, 12:38 WIB
Ilustrasi santri pondok pesantren /ANTARA FOTO/Syaiful Arif/*/ ANTARA FOTO/Syaiful Arif

KABAR LUMAJANG - Perkembangan zaman menuntuk seluruh remaja harus bisa berfikir kritis dan kreatif untuk mengembangkan diri.

Terlebih seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih seperti sekarang ini.

Pesantren sebagai sebuah entitas dan institusi pendidikan tentu tidak terhindarkan dari perubahan-perubahan yang berlangsung.

Hal demikian juga perlu direspons dengan pengembangan perspektif tanpa meniadakan prinsip awalnya dalam bidang keagamaan.

Baca Juga: Jadwal Acara Kompas TV Sabtu 17 Oktober 2020, Jangan Lewatkan Dunia Dalam Sepekan

"Perspektif yang harus dikembangkan bukan hanya berkaitan dengan ilmu keagamaan apalagi hanya ubudiyah tapi mungkin berkaitan dengan politik ekonomi hubungan antar bangsa hubungan internasional," kata Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Mas'udi saat menjadi pembicara kunci pada Muktamar Pemikiran Santri Nusantara Seri 4, Jumat 16 Oktober 2020, sebagaimana dilansir KabarLumajang.com dari laman NuOnline.

Menurutnya, pemahaman perspektif yang lebih luas itu penting guna mengembangkan Islam agar dapat merengkuh kehidupan yang lebih sempurna.

"Supaya Islam ini bisa betul-betul merengkuh kehidupan secara lebih syamil kamil dan bisa menjadi penerang di masyarakatnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," lanjutnya.

Memang, jelasnya, pesantren harus memiliki kreativitas untuk mengadopsi perkembangan ilmu pengetahuan keagamaan khususnya, dan ilmu sosial yang terkait dengan ilmu agama. Hal itu guna mengantisipasi kiprah para santrinya agar bisa terserap masyarakat.

Halaman:

Editor: Sigit Wibisono


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X