Menaker Ida Jelaskan Alasan Pesangon PHK Dipangkas jadi 25 Kali Gaji di Omnibus Law UU Cipta Kerja

- 14 Oktober 2020, 20:01 WIB
Tangkapan layar Menaker Ida Fauziyah /Youtube Deddy Corbuzier/

KABAR LUMAJANG - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah buka-bukaan bahas Omnibus Law UU Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan saat menjadi tamu di podcast Deddy Corbuzier.

Satu diantara pembahasan tersebut mengenai pemangkasan aturan pesangon yang diberikan pada buruh.

Dalam UU Cipta Kerja tercantum pesangon yang diterima buruh sebesar 25 kali gaji, yang artinya turun dari sebelumnya 33 kali gaji.

Pesangon Pemutusan Hak Kerja (PHK) adalah hak pekerja bila di masa kerjanya tiba-tiba harus dilakukan pemutusan kontrak kerja.

Baca Juga: ShopeePay Day Digelar 15 Oktober, Hadirkan Solusi Belanja Hemat Sambut Shopee 11.11 Big Sale

Baca Juga: Dosen UGM Beberkan Awal Mula Omnibus Law Diciptakan, Ternyata Rencana PHK Sudah Diprediksi

Mengenai permasalahan ini, Ida menjelaskan secara rinci alasan pemangkasan jumlah pesangon yang tertulis di UU Cipta Kerja melalui podcast di Channel YouTube Deddy Corbuzier, seperti dikutip KabarLumajang.com dari Pikiran-Rakyat.com dalam artikel Alasan Jumlah Pesangon Diturunkan Jadi 25 Kali Gaji di UU Cipta Kerja Menurut Menaker Ida.

"Jadi prinsip dulu yang mau saya sampaikan. Ketentuan tentang pesangon prinsip umumnya bahwa pemerintah memastikan pesangon betul-betul menjadi hak dan dapat diterima oleh pekerja," jelas Ida sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com pada Rabu, 14 Oktober 2020.

Ida menegaskan, meski sebelumnya aturan pesangon harus dibayarkan sebanyak 32 kali. Namun hanya 7 persen perusahaan yang mengikuti ketentuan tersebut.

Halaman:

Editor: Apriani Alva

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X