Berikut Organisasi Militer dan Semi-Militer Bentukan Jepang pada Masa Penjajahannya di Indonesia

- 6 Agustus 2020, 10:11 WIB
Pemuda Indonesia dilatih oleh Jepang
Pemuda Indonesia dilatih oleh Jepang /Collectie Troepenmuseum di www.rd.nl

Tindakan selanjutnya adalah Jepang membentuk organisasi-organisasi pemuda yang bersifat militer maupun semi militer. Organisasi ini awalnya dibentuk demi kepentingan Jepang baik di Indonesia maupun di Asia pada umumnya. Namun setelah kemerdekaan, para alumni organisasi ini benyak mengabdikan dirinya bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Pada momen peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Kemerdekaan RI, KabarLumajang.com merangkum organisasi militer maupun semi militer yang dibentuk Jepang pada masa pendudukannya di Indonesia. Berikut selengkapnya:

Baca Juga: Wakil Bupati Lumajang Dukung UMKM Bangkit di Masa Pandemi Covid-19

1. Organisasi Militer

- Heiho

Heiho artinya pasukan atau tentara pembantu, dinamai demikian karena tugas Heiho adalah sebagai pembantu bagi pasukan tempur Jepang. Heiho dibentuk 2 September 1942 namun baru mulai merekrut calon anggota pada 22 April 1943.

Calon anggota Heiho minimal berpendidikan sekolah dasar dan berusia antara 18-25 tahun, berbadan sehat serta berkelakuan baik.

Orang Indonesia yang tergabung dalam Heiho diperkirakan berjumlah sampai 42 ribu anggota. Mereka bertugas antara lain sebagai operator senjata penangkis serangan udara, senjata anti-tank, meriam artileri medan, pengemudi kendaraan perang, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Daftar Harga Emas Antam, Antam Retro, dan Antam Batik di Pegadaian, Kamis 6 Agustus 2020

Heiho dikerahkan Jepang ke palagan Perang Dunia II seperti di Morotai dan Burma. Pasukan ini kemudian dibubarkan oleh pemerintah Indonesia setelah Jepang menyerah dan banyak anggotanya bergabung dengan Badan Keamanan Rakyat, cikal bakal Tentara Nasional Indonesia.

Halaman:

Editor: Sigit Wibisono


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X