Khutbah Jumat Singkat tentang Kematian: Gambaran Perjalanan di Alam Akhirat

- 18 Januari 2022, 19:40 WIB
Khutbah Jumat singkat tentang kematian yang paling bagus untuk renungan.
Khutbah Jumat singkat tentang kematian yang paling bagus untuk renungan. /Unsplash.com/Aron Visuals

KabarLumajang.com - Khutbah Jumat singkat tentang kematian berikut ini dapat menjadi referensi yang paling bagus untuk renungan para jamaah pendengarnya.

Khutbah Jumat singkat tentang kematian yang mengambil judul perjalanan di alam akhirat, akan memberikan gambaran kepada jamaah tentang apa yang akan dialami manusia setelah kematian.

Diharapkan, setelah mendengar Khutbah Jumat singkat tentang kematian, jamaah dapat lebih bijak memanfaatkan waktu yang tersisa di dunia, sebagai bekal di alam akhirat kelak.

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Terbaik Lengkap dengan Doanya tentang Ciri-ciri Taqwa

Dikutip KabarLumajang.com dari laman Pondok Pesantren Lirboyo, berikut teks Khutbah Jumat singkat tentang kematian, dalam judul asli "Alam Permulaan Perjalanan Akhirat".

اَلحَمدُ لِلهِ عَلَا وَقَهَرَ.وَعَزَّ وَاقْتَدَرَ. فَسُبحَانَهُ مِن إلهٍ عَظِيمٍ لَا يُمَاثَلُ وَلَا يُضَاهَا وَلَا يُدرِكُهُ بَصَرَ. أَحمَدُهُ سُبحَانَهُ عَلَى نِعَمِهِ مَا اختَفَى مِنهَا وَمَا ظَهَرَ. وَأَشكُرُهُ وَلَم يَزَل سُبحَانَهُ يُولِي إِحسَانَهُ مَن شَكَر. وَأشهَدُ أن لَا إِلَاه إِلَّا اللهُ وَحدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ عَلَى رَغمِ أَنفِ مَن جَحَدَ بِهِ وَكَفَر. شَهَادَةً أَدَّخِرُهَا لِيَومٍ لَا مَلجَأَ فِيهِ وَلَا وَزَر. وَأَشهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ البَشَر. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّم عَلَى عَبدِكَ وَرَسُولِكَ محمدٍ الَّذِي قَرَّرَ قَوَاعِدَ الإِسلَامِ حَتَّى استَقَرّ. وَعَلَى آلِهِ وَأَصحَابِهِ السَّادَةِ الغُرَر. الَّذِينَ جَاهَدُوا فِي اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ فَمَا وَهِيَ عَزمُ أحَدِهِم وَلَا فَتَر. (أَمَّا بَعدُ) فَيَا أَيُّهَا النَّاس اتَّقُوا اللهَ تَعَالى كَمَا أَمَر. وَاترُكُوا الفَوَاحِشَ مَا بَطَنَ مِنهَا وَمَاظَهَر.

Hadirin jamaah Jum’at rahimakumullah…

Marilah kita tingkatkan takwa kita kepada Allah Swt. dengan senantiasa melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Perlu kita sadari bahwa dunia hanyalah tempat persinggahan sementara, sedangkan akhirat adalah tempat tinggal yang abadi.

Bukankah kita sering menyaksikan bagaimana kematian telah memaksa banyak orang meninggalkan orang-orang yang dikasihinya, jabatannya, harta yang dihimpunnya dengan jerih payah, lalu melemparkannya pada ruang sempit yang kita sebut sebagai liang lahat. Kita juga melihat bagaimana akhir kehidupan orang-orang yang angkuh dan melampaui batas, orang-orang yang tidak mau beriman dan justru mengajak pada kekufuran, lalu dengan tiba-tiba maut datang menghampiri mereka, sedangkan mereka dalam keadaan lalai, sehingga mati dalam su’ul khatimah dan membawa segala dosa yang telah diperbuat. Dan terhadap kenyataan itu, kita tentu sadar bahwa cepat atau lambat pasti akan menyusul mereka.

Halaman:

Editor: Elita Sitorini


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x