Khutbah Jumat: Hubungan Antara Tawakkal dan Takdir Dapat Menguatkan Keimanan Seseorang Kepada Allah SWT

- 25 November 2021, 22:16 WIB
 Naskah khutbah Jumat mengenai hubungan antara tawakkal dan takdir dapat menguatkan bobot keimanan seseorang kepada sang Pencipta, yaitu Allah SWT.
Naskah khutbah Jumat mengenai hubungan antara tawakkal dan takdir dapat menguatkan bobot keimanan seseorang kepada sang Pencipta, yaitu Allah SWT. /Pixabay.com/fli138//

KabarLumajang.com - Khutbah Jumat mengenai hubungan antara tawakkal dan takdir dapat menguatkan bobot keimanan seseorang kepada Allah SWT dapat dijadikan referensi materi khutbah oleh khotib.

Hubungan antara tawakkal dan takdir dengan keimanan seseorang yaitu meyakini bahwa semua yang terjadi atas diri kita, berupa rejeki, umur, kesehatan, musibah dan segala hal tentang alur kehidupan lainnya, atas kehendak dan ketetapan dari Allah SWT.

Apabila hubungan antara sikap tawakkal dan takdir yang telah diberikan Allah SWT sesuai yang disyariatkan, maka akan terhindar dari sifat mengeluh, kufur nikmat dan sifat tidak bersyukur atas segala pemberian Allah SWT.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Lakukan 5 Sikap ini untuk Menghadapi Fitnah di Media, Jangan Menghina dan Mencela

Dilansir KabarLumajang.com dari laman Pondok Pesantren Lirboyo, berikut naskah khutbah Jumat mengenai hubungan antara tawakkal dan takdir dapat menguatkan bobot keimanan seseorang kepada sang Pencipta, yaitu Allah SWT.

Khutbah I

اَلْحَمْدُ للهِ حَمْداً يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَه، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِك. سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِك. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَه، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداًداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُه. خَيْرَ نَبِيٍّ أَرْسَلَه. أَرْسَلَهُ اللهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيرْاً وَنَذِيْراً. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَاماً دَائِمَيْنِ مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.
أَمَّا بَعْدُ فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: اَلَيْسَ اللّٰهُ بِكَافٍ عَبْدَهٗۗ وَيُخَوِّفُوْنَكَ بِالَّذِيْنَ مِنْ دُوْنِهٖۗ وَمَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَمَا لَهٗ مِنْ هَادٍۚ

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.
Pada kesempatan yang mulia di siang hari ini, khatib berpesan khususnya kepada diri khatib sendiri dan kepada Hadirin Sidang Jumat pada umumnya, untuk selalu memaksimalkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Takwa dalam arti menjauhi segala hal yang dilarang syariat dan menunaikan apa-apa yang diperintahkan. Karena dengan begitu kita telah berusaha menjadi hamba yang benar-benar menghamba.

Baca Juga: Contoh Teks Pembukaan Dan Penutupan Khutbah Jumat, Dapat Dijadikan Referensi Untuk Khotib

Halaman:

Editor: Elita Sitorini


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X