Khutbah Jumat: Hati-hati! Amalan Kita Dapat Terhapus Tanpa Kita Sadari

- 24 November 2021, 15:10 WIB
Naskah khutbah Jumat mengenai manusia harus selalu berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu, karena amalan dapat terhapus sia-sia tanpa disadari.
Naskah khutbah Jumat mengenai manusia harus selalu berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu, karena amalan dapat terhapus sia-sia tanpa disadari. /Pixabay.com/Salman Ahmed

KabarLumajang.com - Khutbah Jumat mengenai manusia harus selalu berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu untuk menghindari amalan yang dapat terhapus tanpa disadari, dapat menjadi referensi khotib dalam menyampaikan khutbahnya di ibadah sholat Jumat.

Materi khutbah Jumat tersebut dapat menjadi pengingat bagi umat muslim untuk selalu menjaga sikap dan berpedoman kepada Al Quran dan Hadist.

Tugas umat muslim bukan sekadar menyelesaikan sebuah amalan, karena ternyata ada tugas yang lebih berat dan tidak kalah penting dari sekadar beramal, yaitu mempertahankan pahala amalan agar tidak terhapus sia-sia.

Baca Juga: Khutbah Jumat Singkat Tentang Berkahnya Ilmu dengan Menghormati Sang Guru

Dilansir KabarLumajang.com dari laman Pondok Pesantren Islam Al-Irsyad Tengaran, berikut naskah khutbah Jumat mengenai manusia harus selalu berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu, karena amalan dapat terhapus sia-sia tanpa disadari, yang disampaikan pada Khutbah Jumat, 16 Jumadil Akhir 1442 H, oleh Ustadz Hamdani Zahid, Lc di Masjid Al Fadhl, Pesantren Islam Al-Irsyad Tengaran.

Kita semua telah memahami bahwa syarat sah diterimanya sebuah amalan adalah Al-Ikhlas dan Al-Ittiba. Al-Ikhlas yaitu memurnikan maksud dan tujuan beribadah hanya kepada Allah dan hanya untuk Allah, dan al-ittiba yakni meneladani, mencontoh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Namun, usaha kita sebagai seorang mukmin tidak berhenti sampai di situ, tugas kita bukan sekadar menyelesaikan sebuah amalan, karena ternyata ada tugas yang lebih berat dan tidak kalah penting dari sekadar beramal, yaitu mempertahankan pahala amalan agar tidak terhapus sia-sia.

Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat Tema Hari Guru Nasional 2021: Keberkahan Ilmu dan Hormat kepada Guru

Karena seikhlas apapun kita beramal, sebaik apapun kita telah berusaha mencontoh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, tetap saja potensi terhapusnya pahala amal sangat bisa terjadi pada semua orang. Oleh karenanya, kita harus terus mengingatkan diri kita, keluarga kita, dan kaum muslimin agar tidak sekadar puas setelah beramal. Lebih dari itu, kita berharap agar Allah menerima amalan kita, serta kita merasa takut apabila amalan kita tidak diterima.

Halaman:

Editor: Mesha Meilawati


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X