Khutbah Jumat Hari Santri Nasional 2021 Terbaru, Singkat, dan Padat tentang Perjuangan Umat

- 22 Oktober 2021, 06:09 WIB
Khutbah Jumat Hari Santri Nasional 2021.
Khutbah Jumat Hari Santri Nasional 2021. /Pixabay/İbrahim Mücahit Yıldız

KabarLumajang.com - Berikut materi Khutbah Jumat singkat dan padat edisi Hari Santri Nasional yang jatuh ada tanggal 22 Oktober 2021 tentang perjuangan umat.

Peran santri dalam memperjuangkan negeri ini sangatlah besar. KH Hasyim Asy’ari adalah satu tokoh yang patut diteladani perjuangannya saat memimpin para satri dalam melawan penjajah.

Saat ini, perlawanan para santri bukan lagi melawan penjajah dengan mengangkat senapan, tapi dengan gerakan intelektual, sebab zaman sudah berubah dan banyak ideologi yang masuk di negara ini.

Baca Juga: Khutbah Jumat Maulid Nabi 2021 Terbaru tentang Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1443 H

Salah satu gerakan intelektual yang bisa dipelajari adalah menilik kembali perjuangan para santri terdahulu dalam mempertahankan negeri ini.

Dikutip KabarLumajang.com dari laman lirboyo.net, berikut Khutbah Jumat Hari Santri Nasional tentang perjuangan umat.

اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وعلى اله وأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أما بعد: فيايها الإخوان، أوصيكم و نفسي بتقوى الله وطاعته لعلكم تفلحون، قال الله تعالى في القران الكريم: أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، بسم الله الرحمان الرحيم: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صدق الله العظيم

Jamaah Jum’ah rahimakumullah,

Hari ini di 72 tahun yang lalu, KH. Hasyim Asy’ari dan ulama-ulama terdahulu berkumpul dalam satu meja. Sebelumnya, tak pernah para ulama merasa resah seperti ini. Mereka memiliki suatu tanggungjawab besar yang mereka panggul, yakni merawat dan menjaga kehidupan beragama masyarakat mereka masing-masing. Tapi di hari itu, mereka harus meninggalkan masyarakat mereka sementara waktu. Mereka pergi dari rumah menuju satu titik untuk bertemu dengan ulama lainnya. Apa gerangan yang memaksa mereka meninggalkan tanggungjawab besar itu? Tiada lain adalah mereka telah mendapat tanggung jawab yang lebih besar: menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Negara ketika itu sedang mendapat ancaman serius dari tentara penjajah. Keadaan telah demikian genting.

Halaman:

Editor: Sigit Wibisono


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X