Khutbah Jumat Tema Peringatan Hari Santri Nasional 2021, Resolusi Jihad Ulama untuk Mempertahankan NKRI

- 21 Oktober 2021, 06:45 WIB
Khutbah Jumat Tema Peringatan Hari Santri Nasional 2021, Resolusi Jihad Ulama untuk Mempertahankan NKRI
Khutbah Jumat Tema Peringatan Hari Santri Nasional 2021, Resolusi Jihad Ulama untuk Mempertahankan NKRI /Pixabay.com/kulala13

KabarLumajang.com - Peringatan Hari Santri Nasional setiap tanggal 22 Oktober tidak lepas dari peran besar para ulama di masa lalu.

Peringatan Hari Santri nasional berkaitan dengan resolusi jihad para santri sebelum Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945.
 
Peringatan Hari Santri Nasional bertujuan untuk mengingat jasa dan peran para santri dalam upaya mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan NKRI.

Baca Juga: Khutbah Jumat Tema Peringatan Hari Santri Nasional 2021, Pendidikan Pesantren untuk Pembentukan Karakter

Dilansir KabarLumajang.com dari lirboyo.net, berikut ini naskah khutbah Jumat tentang sejarah Hari Santri Nasional dan resolusi jihad para ulama di masa lalu untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وعلى اله وأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أما بعد: فيايها الإخوان، أوصيكم و نفسي بتقوى الله وطاعته لعلكم تفلحون، قال الله تعالى في القران الكريم: أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، بسم الله الرحمان الرحيم: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صدق الله العظيم

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Hari ini, di 72 tahun yang lalu, KH. Hasyim Asy’ari dan ulama-ulama terdahulu berkumpul dalam satu meja. Sebelumnya, tak pernah para ulama merasa resah seperti ini. Mereka memiliki suatu tanggungjawab besar yang mereka panggul, yakni merawat dan menjaga kehidupan beragama masyarakat mereka masing-masing.

Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat Tema Hari Sumpah Pemuda, Pemegang Estafet Agama, Bangsa, dan Negara

Tapi di hari itu, mereka harus meninggalkan masyarakat mereka sementara waktu. Mereka pergi dari rumah menuju satu titik untuk bertemu dengan ulama lainnya. Apa gerangan yang memaksa mereka meninggalkan tanggungjawab besar itu? Tiada lain adalah mereka telah mendapat tanggung jawab yang lebih besar: menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Negara ketika itu sedang mendapat ancaman serius dari tentara penjajah. Keadaan telah demikian genting.

Maka demi kepentingan negara, para ulama rela meninggalkan kewajiban mereka sejenak kepada masyarakat sekitar. Karena menjaga negara sesungguhnya kewajiban paling besar yang ditanggung oleh ulama. Ini selaras dengan apa yang diucapkan oleh KH. Wahab Hasbulloh:

Halaman:

Editor: Mesha Meilawati


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network