Inilah Efek Saat Pecandu Kopi Milih Berhenti, Salah Satunya Sering Sakit Kepala

- 13 Januari 2021, 17:00 WIB
Ilustrasi kopi.
Ilustrasi kopi. /pexels.com/burst
 
 
KABAR LUMAJANG - Kopi adalah minuman yang sangat lazim diminum oleh masyarakat Indonesia, terutama untuk menemani pagi dan disandingkan dengan gorengan.
 
Sebagian orang bahkan bisa sangat kecanduan kopi, dan apabila tidak meminumnya sehari saja akan memberikan dampak bagi tubuh mereka. 
 
Oleh sebab itu pecandu kopi yang ingin berhenti minum kopi tidak bisa semerta-merta langsung berhenti karena efek sampingnya.
 
Seorang pengopi berat yang kemudian memutuskan untuk pensiun setidaknya akan mengalami hal-hal dibawah ini.
 
 
Dikutip KabarLumajang.com dari Reader's Digest, ini 8 hal yang akan mereka alami pada tubuh.
 
1. Menurunkan berat badan
 
Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2017 dalam Public Health mendapati bahwa kira-kira dua pertiga dari para peminum kopi mengisi cangkir mereka dengan gula, krim, perasan, atau zat lain yang malah membuat kandungan kalori lebih banyak.
 
Jadi, ketika mereka berhenti meminum kopi yang berkalori banyak tersebut jelas berat badan akan turun. Kalori adalah salah satu penunjang bobot badan untuk naik.
 
2. Berat badan anda bisa bertambah
 
Karena kopi dapat menekan selera makan sementara, kemungkinan tubuh berupaya mendapatkan pengganti makanan lain yang berlemak dan mengandung gula.
 
Hal ini dapat meningkatkan kadar gula darah dan konsumsi kalori harian.
 
 
3. Bisa tidur lebih baik
 
Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2013 dalam Journal of Clinical Sleep Medicine memuat bahwa konsumsi kafein bahkan enam jam sebelum tidur dapat mengganggu siklus tidur.
 
Jadi ketika konsumsi kopi dihentikan, tidur akan otomatis lebih nyenyak.
 
4. Bisa lebih sering sakit kepala
 
Sewaktu pecandung kopi berhenti minum kopi, hormon adrenalin dan dopamin menghilang dari tubuh. Mereka adalah hormon yang bertindak sebagai stimulan alami dan membuat tubuh terjaga.
 
Sebaliknya, ada banyak sekali adenosin, yaitu hormon yang bekerja saat tubuh beristirahat dan lelah yang mengalir ke kepala anda.
 
Adenosin bisa menyebabkan perubahan pada proses kimiawi otak yang mengakibatkan sakit kepala.
 
 
Dengan menyingkirkan setengah cangkir kopi, mengganti kopi dengan teh, atau bahkan mencampur kopi normal dengan kopi tanpa kafein dapat membantu menghindarkan dari gejala-gejala putus kafein.
 
Tubuh akan lebih mudah menghentikan ketergantungan kafein. Jadi disiasati sesuai kebutuhan.
 
5. Merasa sakit sementara
 
Sakit kepala bukan satu-satunya gejala menyakitkan dari berhenti minum kopi.
 
Orang-orang yang berhenti minum kopi melaporkan adanya efek sampingan seperti depresi, kekhawatiran, pusing, gejala seperti flu, insomnia, mudah tersinggung, suasana hati yang berubah-ubah, dan lamban.
 
Para pakar mengatakan bahwa kebanyakan gejala fisik akibat penghentian kafein akan hilang setelah dua hari pertama, sedangkan efek sampingan lainnya tidak akan berlangsung lebih dari satu atau dua minggu.
 
 
6. Kehilangan antioksidan
 
Banyak riset, termasuk penelitian yang diterbitkan pada tahun 2015 di PLoS One, mengatakan bahwa kopi dapat berfungsi sebagai zat antioksidan.
 
Sementara penelitian lain menunjukkan adanya potensi penurunan risiko untuk penyakit tertentu bagi para peminum kopi.
 
Jurnal yang diterbitkan pada tahun 2018 yaitu Frontiers in Neuroscience, para peminum kopi memiliki risiko lebih rendah terhadap Alzheimer dan Parkinson daripada mereka yang tidak minum kopi.
 
7. Sulit berkonsentrasi
 
Berhenti minum kopi dapat membuat tubuh merasa lelah dan lekas marah, yang turut menyebabkan hilangnya konsentrasi karena ketagihan kafein.
 
Untuk melawan sulitnya konsentrasi, cobalah mengunyah permen karet agar otak tetap siaga dan bekerja.
 
 
Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2014 dalam British Journal of Psychology, menunjukkan bahwa mengunyah permen dapat membantu tubuh bereaksi lebih cepat.
 
Plus, setelah hanya seminggu tanpa kafein, tubuh akan mengalami produktivitas yang meningkat.
 
8.Lebih tenang
 
Kafein adalah stimulan. Kafein secara alami meningkatkan kadar adrenalin dan hormon stres dalam tubuh.
 
Tidak heran, terlalu banyak minum kopi dapat membuat gelisah dan lekas marah khususnya jika sensitif terhadap kafein, menurut Sonya Angelone, RDN, juru bicara Academy of Nutrition and Diectetics di San Francisco.***

Editor: Sigit Wibisono

Sumber: Reader's Digest


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x