Simak 8 Gejala Bipolar Disorder yang Sering Diremehkan, Salah Satunya Sangat Percaya Diri

- 3 Januari 2021, 17:30 WIB
 Ilustrasi gangguan bipolar.
Ilustrasi gangguan bipolar. /pexels.com/@dids

KABAR LUMAJANG - Ada beberapa jenis gangguan bipolar, penyakit mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang dramatis dan perubahan energi, konsentrasi, dan kemampuan untuk melakukan tugas sehari-hari.

Orang dengan bipolar "I" mengalami depresi yang bergantian dengan suasana hati yang sangat meningkat, atau yang dikenal sebagai mania.
 
Bipolar "II" jauh lebih umum, dan ditandai dengan gejala mania yang tidak terlalu parah, yang disebut hipomania.
 
 
Gejala gangguan bipolar muncul dalam berbagai spektrum mulai dari yang relatif halus hingga yang ekstrem.
 
Soal suasana hati yang baik atau buruk juga dapat disebabkan oleh kejadian atau keadaan sementara daripada sebuah penyakit mental, sehingga diagnosis gangguan bipolar bisa menjadi sulit.
 
Hanya ahli kesehatan mental yang dapat mendiagnosis seseorang dengan kondisi kejiwaan tersebut.
 
 
Akan tetapi berikut adalah beberapa tanda dan gejala gangguan bipolar seperti yang dilansir KabarLumajang.com dari laman The Healthy
 
 
Seorang penderita bipolar dalam keadaan depresi akan memiliki gejala yang sama dengan orang yang hanya mengalami depresi.
 
"Mereka akan mengalami insomnia, kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, dan penurunan nafsu makan," kata Mauricio Tohen, MD, profesor dan ketua departemen psikiatri dan ilmu perilaku di Pusat Ilmu Kesehatan Universitas New Mexico di Albuquerque.
 
Periode mania, atau suasana hati yang meningkat, yang dibarengi depresi adalah yang membedakan depresi dengan diagnosis bipolar
 
Penting untuk mendiskusikan fluktuasi suasana hati dengan terapis atau dokter karena pengobatan depresi akan berbeda dengan pengobatan gangguan bipolar.
 
Meresepkan antidepresan saja pada pasien dengan depresi karena bipolar tidak disarankan karena dapat membuat pasien menjadi mania.
 
 
2. Tidak bisa tidur
 
Seseorang biasanya mengalami masa insomnia karena stres atau antisipasi akan sesuatu yang menarik akan segera terjadi. 
 
Tetapi seseorang dalam fase mania dari gangguan bipolar akan membutuhkan tidur yang jauh lebih sedikit dari biasanya (terkadang tidak sama sekali) selama berhari-hari dan tetap merasa berenergi.
 
“Bukan hanya kurang tidur, tapi yang lebih penting adalah berkurangnya kebutuhan untuk tidur," ujar Dr. Tohen.
 
Selama fase depresi, seseorang mungkin tidur lebih lama dari biasanya. Menjaga jadwal tidur yang teratur sangat penting bagi orang dengan gangguan bipolar.
 
 
3. Suasana hati luar biasa baik
 
Siapa yang tidak suka memiliki suasana hati yang baik? Dan mengapa ada orang yang melihatnya sebagai tanda penyakit mental?
 
"Fase gangguan ini sebenarnya menyenangkan bagi individu karena memungkinkan peningkatan produktivitas dan kreativitas yang biasanya tidak mereka alami," kata Smitha Murthy, MD, seorang psikiater dan asisten profesor di departemen psikiatri di The University of Texas di Austin Dell Medical School di Austin, Texas.
 
Tapi jika mood meningkat ekstrim, tidak ada penyebab yang jelas, berlangsung selama seminggu atau lebih, atau muncul bersamaan dengan gejala lain, mungkin itu adalah mania, yaitu salah satu gejala gangguan bipolar.
 
Faktanya, mania itu berbahaya, dimana dapat menyebabkan orang membuat keputusan penting spontan (secara finansial, seksual, dan dalam hubungan mereka).
 
Dan terkadang dapat menyebabkan psikosis juga, yaitu jeda dari kenyataan yang dapat mencakup delusi dan halusinasi. 
 
Hipomania, karakteristik bipolar "II" lebih halus dan mungkin lebih sulit dibedakan dari suasana hati yang umumnya baik karena gejalanya lebih ringan.
 
 
4. Mudah teralihkan
 
Kesulitan berkonsentrasi, kecenderungan untuk melompat dari satu tugas ke tugas lain, atau secara umum tidak dapat menyelesaikan proyek dapat dikaitkan dengan kelalaian, stres, atau faktor lain, seperti gangguan kurang fokus.
 
Tetapi jika terlalu teralihkan sehingga tidak dapat menyelesaikan apa pun, dan hal itu mengganggu pekerjaan atau hubungan, itu mungkin menunjukkan gejala gangguan bipolar, menurut Dr. Murthy.
 
5. Sangat mudah tersinggung
 
“Ini adalah salah satu gejala tersulit yang harus dikenali karena ini adalah reaksi alami terhadap frustrasi atau rasa ketidakadilan,” kata James Phelps, MD, direktur Program Gangguan Mood di Kesehatan Mental Samaritan di Corvallis, Oregon, dan co-author Bipolar, Not So Much: Understanding Your Mood Swings and Depression.
 
Kemarahan yang tidak sesuai dengan situasi, meningkat terlalu cepat, tidak terkendali, berlangsung selama berjam-jam, dan berpindah dari satu orang ke orang lain, merupakan perilaku dari kemungkinan gejala bipolar.
 
 
6. Berbicara dan berpikir dengan cepat 
 
Banyak orang berbicara dengan cepat dan itu tidak normal, menurut Dr. Phelps.
 
“Tetapi berbicara begitu cepat sehingga orang lain tidak dapat mengikuti atau memahami, terutama dibarengi fase gejala bipolar lainnya, mungkin merupakan hipomania,” tambahnya.
 
Seseorang dalam keadaan mania bahkan mungkin tidak membiarkan orang lain berbicara.
 
Jenis pembicaraan cepat ini, dikenal sebagai pressured speech, sangat mengkhawatirkan jika seseorang itu biasanya tidak berbicara seperti ini. 
 
Demikian pula, berlomba pikiran atau ide yang datang begitu cepat sehingga orang lain mungkin tidak dapat mengikutinya mungkin merupakan indikasi mania.
 
 
7. Sangat percaya diri tetapi tidak bisa membuat keputusan yang baik
 
Pada orang dengan gangguan bipolar, kepercayaan diri yang berlebihan dapat menyebabkan keputusan yang buruk. 
 
Pasien bipolar merasa muluk dan tidak mempertimbangkan konsekuensinya ketika mereka berada dalam fase mania.
 
Hal ini dapat mengarah pada pengambilan risiko dan terlibat dalam perilaku tidak menentu yang biasanya tidak pernah dicoba sebelumnya.
 
Sebagai contoh, berselingkuh atau menghabiskan ribuan dolar yang tidak mampu dibelanjakan, dan hanya terjadi saar fase mania saja.
 
“Itulah mengapa penting bagi seseorang dengan gangguan bipolar untuk menunjuk seseorang (pasangan mereka atau orang tua) untuk menjaga keuangan mereka ketika mereka sedang fase mania,” kata Dr. Tohen.
 
 
8. Penggunaan narkoba dan alkohol
 
"Orang dengan gangguan bipolar memiliki tingkat penggunaan narkoba atau alkohol yang lebih tinggi dari rata-rata orang biasa," kata Dr. Murthy.
 
Mereka mungkin mencoba menenangkan gejala gangguan bipolar dengan alkohol atau obat-obatan selama fase mania, atau menggunakannya untuk menghibur selama periode depresi mereka.***

Editor: Sigit Wibisono

Sumber: The Healthy


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x